Abu Rizal Bakrie, Insinyur Cerdas Pebisnis Handal

Ir. H. Aburizal Bakrie atau yang biasa dipanggil  Ical mencuat ke pentas nasional berawal dari dunia bisnis. Dia adalah putra sulung pengusaha H Achmad Bakrie, kelahiran Jakarta 15 November 1946.

Kini, Ical memimpin Bakrie Grup, sebuah kelompok bisnis yang dirintis mendiang ayahnya. Grup bisnis yang dirintis ayahnya bermula dari perdagangan rempah-rempah dan hasil perkebunan, khususnya dari Provinsi Lampung.

Di bawah kendali Ical, Grup Bakrie tetap eksis dan mampu bertahan dari badai ekonomi yang melanda negeri ini. Sebelum dikenal sebagai pemimpin kelompok usaha ini, Ical memimpin Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Di dunia usaha pula, dia menjabat Ketua Umum Kadin Indonesia sejak 1994 hingga 2004. Posisinya di Kadin telah mengantarnya untuk berkutat pada persoalan-persoalan nasional yang lebih besar daripada persoalan-persoalan yang dialami perusahaannya sendiri.
Tokoh yang satu ini adalah "trade mark"-nya Kadin (Kamar Dagang dan Industri). Sebutan itu bukan tidak beralasan. Selama sepuluh tahun (periode 1994-1999 dan 1999-2004) memimpin Kadin, Aburizal Bakrie berhasil membawa organisasi pengusaha itu sangat berpengaruh dalam pengambilan kebijakan pemerintah.

Usai memimpin Kadin Indonesia, Ical ikut konvensi calon presiden yang diselenggarakan Golkar tahun 2004 dan sempat masuk tujuh besar. Meski kandas, tetapi tampaknya dia memetik pelajaran bagaimana permainan politik sesungguhnya.

Pengalaman menjajaki dunia politik itu kemudian mengantarnya menjadi salah satu menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) periode 2004-2009 dengan posisi sebagai Menko Perekonomian, dan selanjutnya menjabat Menko Kesra. 


Ical pernah disebut-sebut sebagai orang terkaya se-Asia Tenggara. Dia pengusaha yang terbilang paling gemilang pada sepuluh tahun reformasi di Indonesia. Selain bisa keluar dari krisis ekonomi yang mengancam perusahaannya, Bakrie Grup, justru bisa menduduki posisi penting di pemerintahan.

Keluarga Bakrie pernah pula dinobatkan oleh Majalah Forbes Asia sebagai orang terkaya di Indonesia tahun 2007. Dia tidak membantah tetapi juga tidak menanggapinya secara berlebihan.
Apa rahasia sukses bisnis keluarga ini? KABAR heboh itu bertiup dari Singapura. Dari Negeri Singa itulah, majalah Forbes Asia edisi 13 Desember 2007 dilansir. Isinya, seperti tahun-tahun sebelumnya, memajang daftar orang-orang super-tajir alias terkaya dari Indonesia. Dan yang bikin heboh, jawaranya untuk tahun ini adalah Aburizal Bakrie, pengusaha sekaligus politisi yang pernah tersuruk di masa krisis ekonomi satu dekade silam.

Banyak orang terkesiap. Bagaimana mungkin Ical—panggilan akrab Aburizal—yang sebelumnya masih di urutan keenam dengan kekayaan US$ 1,2 miliar, kini menyodok ke urutan teratas? Jawabannya, menurut hasil riset Forbes, terletak pada kemampuannya melipatgandakan pundi-pundi ekayaannya.

Hanya dalam tempo setahun, kekayaan keluarga Aburizal Bakrie melejit hampir lima kali lipat dari angka tahun lalu menjadi US$ 5,4 miliar atau sekitar Rp 50,2 triliun! Berkat prestasi ini, Aburizal langsung menggusur lima taipan papan atas sekaligus. Bos Grup Raja Garuda Mas, Sukanto Tanoto, yang tahun lalu dinobatkan sebagai orang terkaya, kini turun satu peringkat ke urutan runner-up.

Sejumlah kolega Aburizal langsung menyambut dengan suka cita pengumuman Forbes itu. Wakil Presiden (waktu itu) Jusuf Kalla dan Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia, Suryo B. Sulisto, termasuk di antaranya. ”Jangan lupa, untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, orang terkaya diduduki oleh pengusaha pribumi,” kata Kalla.

Grup Bakrie memang sedang mujur. Menurut seorang bankir investasi, kelompok usaha ini diuntungkan dua berkah sekaligus: harga komoditas yang melonjak di pasar dunia dan serbuan investor global di pasar modal Asia-Pasifik. Itu sebabnya, indeks saham di sejumlah bursa di kawasan ini melesat rata-rata 27 persen sepanjang tahun ini. BursaIndonesia bahkan diperkirakan tumbuh hingga 52 persen.

PT Bumi Resources Tbk. termasuk salah satu unit usaha Grup Bakrie yang ketiban rezeki nomplok. Produsen batu bara terbesar di Indonesia itu ibarat mendapat durian runtuh. Harga batu bara, produk jualannya, meroket dari US$ 50 per ton pada akhir 2006 menjadi US$ 90 per ton di akhir tahun ini. ”Tren ini dipicu oleh lonjakan permintaan dari Cina dan India,” ujar Poltak Hotradero, analis Recapital Asset Management.

Lalu apa rahasia di balik kejayaan Grup Bakrie? Sejumlah analis dan eksekutif dari grup bisnis ini menyebut kuncinya terletak pada kepiawaian manajemen melihat peluang dan waktu dalam pengambilan keputusan. Menurut Suryo Sulisto, Presiden Komisaris Bumi Resources, ini tak lepas dari gerak cepat Grup Bakrie membajak para profesional handal, dari dalam dan luar negeri, untuk menduduki posisi teras manajemen.

Ada pula jawaban lain di balik melejitnya bisnis Bakrie. Di mata ekonom Dradjad Wibowo, kunci kesuksesan Bakrie merupakan gabungan tiga hal: keberuntungan, kepiawaian membaca pasar, dan kedekatan dengan lingkar kekuasaan. Seorang bankir investasi menambahkan satu faktor: kemujuran. Kelihaian Bakrie mencuri peluang dari pesaing bisnisnya tak diragukan lagi.


Abu Rizal Bakrie merupakan tokoh yang patut untuk kita contoh dan kita teladani. Beliau selain seorang politisi juga seorang pebisnis handal. Kayak gini nih harusnya generasi muda Indonesia...! apalagi kalau ditambah rasa kedermawanan dan rasa kepedulian yang tinggi terhadap rakyat kecil.

Disunting dari: http://chudrizal.blogspot.com dengan penambahan 

0 komentar:

Posting Komentar

About This Blog

Blog ini diharapkan mampu mendongkrak semangat baru generasi muda untuk terus mengadakan perubahan...
Tunjukkan merahmu...
Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

Followers

Mengenai Saya

Foto saya
Jangan mempersoalkan tentang seberapa besar pelayanan yang diberikan oleh negara kepadamu. Tetapi pikirkanlah seberapa besar kontribusi yang sudah kau berikan untuk bangsamu.....

Blogger news


Blogger templates

free counters